Karakter Pemimpin Masa Depan Lahir dari Rahim Ramadhan: BEM AAK Pekalongan Gelar Kajian Spesial Bersama dr. H. Darmanto
PEKALONGAN, 4 Maret 2026– Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H sebagai bulan transformasi diri, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Analis Kesehatan (AAK) Pekalongan menggelar kegiatan Kajian Ramadhan yang inspiratif. Acara yang berlangsung pada Rabu (4/3) ini menghadirkan tokoh kesehatan sekaligus pakar manajemen kepemimpinan, *dr. H. Darmanto, SH, M.Kes, SpPD, FINASIM, FISQua*, sebagai pembicara utama.
Mengusung tema "Ramadhan Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan", kajian ini diselenggarakan di masjid kampus AAK Pekalongan. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh ratusan mahasiswa yang antusias, tetapi juga dihadiri oleh jajaran dosen, staf AAK Pekalongan, serta pengurus Yayasan Wira Purnama Husada Pekalongan selaku lembaga penyelenggara pendidikan AAK Pekalongan.
Meneladani Kepemimpinan Pemuda di Era Rasulullah dan Khilafah
Dalam tausiyahnya yang mendalam, dr. Darmanto membedah sejarah kejayaan Islam yang dipelopori oleh para pemuda. Beliau menekankan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memikul tanggung jawab besar, asalkan dibarengi dengan integritas spiritual yang kokoh.
Darmanto mengisahkan sosok Usamah bin Zaid, seorang pemuda yang baru menginjak usia 18 tahun namun telah dipercaya oleh Rasulullah SAW menjadi panglima perang untuk menyerang negeri Syam, bagian dari Kekaisaran Romawi yang sangat kuat kala itu.
"Bayangkan, usia 18 tahun sudah memimpin pasukan senior. Usamah berhasil membawa kemenangan bukan sekadar karena strategi militer, melainkan karena ia dididik langsung di bawah madrasah nabi, menghasilkan ketakwaan dan keimanan yang tinggi," terang dr. Darmanto di hadapan ratusan mahasiswa.
Tak berhenti di situ, beliau juga memaparkan kisah Muhammad Al-Fatih (Mehmed II). Di usia 21 tahun, Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel, sebuah benteng yang tak tertembus selama berabad-abad. Darmanto memberikan catatan penting bahwa kunci keberhasilan Al-Fatih bukan hanya pada kecanggihan meriamnya, tetapi pada kedisiplinan spiritualnya.
"Sejarah mencatat bahwa Muhammad Al-Fatih tidak pernah meninggalkan salat tahajud sejak usia belia. Inilah korelasi antara ketaatan pribadi dengan kemenangan kolektif," tambahnya.
Ramadhan Sebagai Madrasah Tarbiyah
Menghubungkan kisah-kisah heroik tersebut dengan konteks kekinian, dr. Darmanto menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah momen Tarbiyah (pendidikan) terbaik. Tujuan akhir dari puasa adalah mencapai derajat Muttaqin (orang yang bertakwa), dan ketakwaan adalah modal utama seorang pemimpin.
Menurutnya, Ramadhan mengajarkan tiga pilar karakter dasar pemimpin:
1. Integritas : Melalui ibadah puasa, seseorang berlatih jujur pada diri sendiri dan Tuhan.
2. Kedisiplinan : Keteraturan waktu sahur, berbuka, dan ibadah lainnya membentuk mentalitas yang disiplin.
3. Kesabaran :Menahan hawa nafsu adalah latihan kepemimpinan diri sebelum memimpin orang lain.
"Para mahasiswa AAK Pekalongan harus memanfaatkan momen Ramadhan ini sebagai wasilah (perantara) untuk melatih diri. Pemimpin masa depan harus memiliki aspek spiritual yang tinggi, bukan hanya kecerdasan intelektual," tegas dr. Darmanto.
Harapan bagi Pemuda Indonesia dan Nubuwah Masa Depan
Menutup ceramahnya, dr. Darmanto memberikan pesan yang sangat menggugah semangat mengenai peran pemuda di akhir zaman. Beliau mengutip salah satu nubuwah Nabi Muhammad SAW yang menceritakan tentang kemunculan panji-panji dari wilayah Timur yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Al-Mahdi.
Beliau berharap mahasiswa AAK Pekalongan tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga menjadi bagian dari pemuda yang terpilih untuk mengemban amanah dakwah dan perubahan positif bagi bangsa Indonesia di masa depan.
"Semoga dari rahim AAK Pekalongan ini, lahir pemuda-pemuda yang siap berkontribusi bagi peradaban, yang tangguh secara mental dan suci secara spiritual," pungkasnya yang disambut dengan haru oleh para peserta.
Dukungan Yayasan dan Institusi
Ketua BEM AAK Pekalongan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Yayasan Wira Purnama Husada Pekalongan. Partisipasi aktif para dosen dan staf menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam membentuk ekosistem kampus yang religius dan berkarakter.
Kajian ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Ramadhan di lingkungan AAK Pekalongan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas spiritual seluruh civitas akademika di tengah kesibukan akademik.
Kontak Media:
- Humas BEM AAK Pekalongan
- Email: humas@aakpekalongan.ac.id
- Website: www.aakpekalongan.com
---
Tentang AAK Pekalongan :
Akademi Analis Kesehatan (AAK) Pekalongan adalah institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Yayasan Wira Purnama Husada Pekalongan yang berfokus pada pencetakan tenaga profesional di bidang laboratorium kesehatan yang unggul, berintegritas, dan berjiwa sosial.
Pendidikan
Karakter Pemimpin Masa Depan Lahir dari Rahim Ramadhan: BEM AAK Pekalongan Gelar Kajian Spesial Bersama dr. H. Darmanto
Terbaru di Pendidikan
Lihat semua →