PAPUA SELATAN – Dunia penerbangan perintis Indonesia kembali berduka. Pesawat milik maskapai Smart Air menjadi sasaran penembakan brutal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat tengah menjalankan misi penerbangan di wilayah pedalaman Papua Selatan, Jumat (13/02/2026). Insiden tragis ini mengakibatkan sang pilot gugur di lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan dari sumber keamanan di lapangan, pesawat tersebut sedang dalam proses mendarat/lepas landas ketika rentetan tembakan dilepaskan dari arah perbukitan. Peluru mengenai bagian kokpit yang menyebabkan luka fatal pada pilot. Meskipun awak pesawat lainnya berupaya melakukan tindakan darurat, nyawa sang pilot tidak dapat terselamatkan akibat intensitas serangan yang tinggi.
Pihak maskapai Smart Air mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut tengah membawa logistik penting untuk masyarakat di wilayah terpencil. Penyerangan ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang menyasar transportasi udara sipil sebagai urat nadi logistik di Bumi Cendrawasih.
Evakuasi Cepat TNI-Polri
Merespons insiden tersebut, Satgas Ops Damai Cartenz bersama unsur TNI-Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan area dan proses evakuasi. Di tengah medan yang sulit dan ancaman gangguan susulan, tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk kemudian diterbangkan ke kampung halamannya.
Apresiasi Menko Polkam
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Beliau menyampaikan rasa duka mendalam bagi keluarga korban dan mengecam keras tindakan tidak kemanusiaan yang dilakukan oleh KKB.
"Kami mengutuk keras serangan terhadap aset sipil yang melayani kepentingan masyarakat. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI dan Polri atas langkah sigap dan keberanian mereka dalam mengevakuasi korban di bawah ancaman keamanan yang tinggi," ujar Menko Polkam dalam keterangannya di Jakarta.
Peningkatan Keamanan di Wilayah Rawan
Pasca-insiden ini, pemerintah berencana untuk mengevaluasi protokol keamanan penerbangan perintis di beberapa titik rawan di Papua. Penjagaan di bandara-bandara kecil dan area perlintasan udara akan diperketat guna menjamin keselamatan awak pesawat serta kelancaran distribusi logistik bagi warga lokal.
Pihak berwenang kini tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku penembakan yang diduga melarikan diri ke arah hutan rimba Papua Selatan.